Model Kontinental VS Model Anglo-Saxon

1. Model  Kontinental

Pengaturan akuntansi secaara sistematis dimulai di Perancis pada tahun 1673. Pada masa itu untuk mencegah terjadi kebangkrutan ekonomi, pemerintah Perancis membuat peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk menyusun neraca tahunan berdasarkan nilai wajar. Peraturan tersebut kemudian ditiru oleh Negara lain, kemudian pada tahun 1807 dimasukkan dalam Napoleonic Commercial Code, suatu kitab hukum dagang yang sangat berpengaruh di Eropa pada dan pasca jaman Napoleon. Setelah terjadi unifikasi Jerman pada tahun 1870, peraturan tentang penyusunan neraca dikembangkan lebih lanjut, dan beralih dari nilai pasar ke nilai historis dan penyusutan secara sistematis. Peraturan yang lebih menitik beratkan pada kepastian tersebut kemudian telah mendasari penyusunan laporan keuangan fiscal untuk penetapan pajak. Model kontinental mengorientasikan laporan keuangan terutama untuk kepentingan pelaporan oleh perusahaan kepada badan otoritas pemerintah, khususnya untuk perhitungan dan pelaporan perpajakan. Standar akuntansi tidak banyak berbeda dengan peraturan pajak. Organisasi profesi akuntan kurang berperan dalam mengembangkan standar akuntansi keuangan. Otoritas moneter dan fiscal lebih dominan dalam menentukan standar akuntansi dan pelaporan yang berlaku. Rumpun ini terutama banyak dianut di nergara daratan Eropa sebelum 2005, dan Jepang.

2. Model Anglo – Saxon

Model Anglo – Saxon atau seringkali disebut model pasar modal (capital market) lahir di Inggris pada abad kesembilan belas menyusul revolusi insustri. Kebutuhan dana yang besar untuk investasi perusahaan industry telah memperkenakan badan hokum perseroan terbatas (Limited Liabilitas Company), sehingga memungkinkan modal dipecah atas saham dan dkumpulkan dari banyak pesero. Perseroan terbatas juga memungkinkan pemisahan pesero dan manajemen. Sehingga perusahaan dapat dikelola oleh manajemen professional.
Model Anglo Saxon berorientasi untuk memberikan informasi keuangan secara wajar (fair) , lengkap, andal, berguna, dapat diperbandingkan, dan dapat dimengerti oleh para stakeholders dipasar modal. Jelas standar akuntansi model pasar modal menjadi lebih kompleks dan komprehensif.
Model ini berkembang terpisah dari peraturan pajak. Model yang berakar di Inggris ini mkemudian berkembang di Amerika Serikat. Belanda adalah Negara daratan Eropa yang pada dasarnya menganut model pasar modal.
Kedua model akuntansi keuangan tersebut menyebar ke seluruh dunia, ke daerah jajahan, atau Negara bekas jajahan. Sampai dengan akhir abad keduapuluh, Negara persemakmuran (commonwealth countries)  bekas jajahan Inggris menganut model Anglo – Saxon, sedangkan Negara bekas jajahan Perancis dan Jerman pada umumnya menganut model Kontinental.
The Truetees of the IFRS Foundation
Badan ini berkewajiban untuk menyediakan dana untuk pembelajaran kegiatan IASB, dan juga bertanggungjawab mengangkat anggota IASB dan The International Financial Reporting Interpretation Committee (IFRIC).
Standar Advisory Council (SAC)
SAC dibentuk dengan tujuan untuk menjembatani ASB dengan para pihak yang berkepentingan, dan bertugas untuk mengusulkan agenda IASB dan membahas proposal IASB. SAC beranggotakan 40 orang dari berbagai profesi dan bidang pekerjaan terkait yang ditujuk atas nama pribadi dan tidak mewakili sesuatu organisasi, meskipun terkait yang ditunjuk atas nama pribadi dan tidak mewakili sesuatu organisasi, meskipun seringkali diusulkan oleh organisasi yang berkepantingan atas pelaporan internsional.
The International Financial Reproting Interpretation Committee (IFRIC)
Keanggotaan IFRIC terdiri atas partner teknis kantor akuntan public, akuntan intern penyusun laporan keuangan, dan pengguna laporan keuangan. IFRIC bertugas untuk memberikan penjelasan terhadap pertanyaan yang timbul dalam implementasi standar yang berlaku, mengusulkan penyempurnaan atas standar yang ada dan mengadakan hubungan dengan penguasa pasar modal agar memperlancar konvergendi IFRS.
Proses Penyusunan IFRS
 IASB mempunyai IFRS secara formal yang sangat ketat.
  1. Agenda IASB disusun ditetapkan dalam berbagai cara. Usul dapat diberikan oleh the Trustees, the SAC, Liaison Standards Setters, kantor akuntan public internasional dan lain – lain
  2. Usul agenda tersebut kemudian diperdebatkan dan dibahas di IASB, dan keputusan sementara dibahas bersama berbagai badan konsulatif. IASB juga mempunyai komite agenda bersama dengan FASB. Untuk protek yang sulit dan jangka panjang biasanya dimulai dengan penelitian.
  3. Pembasan paper yang mengikhisarkan isu utama
  4. Penyusunan exposure draft oleh Board setelah melaui beberapa kali perdebatan.
  5. Menganalisis komentar atas exposure draft
  6. Pembahasan dan debat kembali atas exposure draft
  7. Penerbitan standar final, dilengkapi dengan pedoman aplikasi dan dokumentasi atas dasar pemikiran pengambilan keputusan (basic for conclusion) 
Sumber : Akuntansi Keuangan berdasarkan SAK berbasis IFRS - Hans Kartikahadi